Kamis, 31 Oktober 2013



TESTIMONI

Sudah lewat setengah semester mata kuliah Psikologi Belajar. Sudah banyak proses yang dilewati, sudah banyak juga pelajaran yang bisa diambil dari mata kuliah ini. Salah satu pelajaran yang dapat diambil adalah masalah dalam keaktifan di kelas. Sekarang sudah banyak kemajuan di kelas psikologi belajar, mahasiswa sudah mulai aktif dengan metode belajar diskusi kelompok

Kira-kira apa ya alasannya keaktifan mahasiswa sudah mulai membaik selain karena metode belajar diskusi ?

Ternyata alasannya bisa didapat dari  teori belajar Koneksionisme Edward Thorndike. Thorndike mengemukakan hukum belajar salah satunya menyatakan bahwa suatu keadaan yang memuaskan setelah responakan memperkuat koneksi antara stimulus dan perilaku yang tepat, dan
sebaliknya.

Jadi kondisi diskusi yang menyenangkan dan menerima semua pendapat merupakan keadaan yang memuaskan dan memperkuat respon aktif dari mahasiswa.

Senin, 21 Oktober 2013



TEORI PERKEMBANGAN PSIKOLOGI KULTURAL-HISTORIS
LEV S. VYGOTSKY

Asumsi Dasar
Ada tiga bidang yang menjadi landasan analisis Vygotsky , yaitu : (1) hakikat kecerdasan manusia, (2) dua deret perkembangan psikologis yang berbeda, biologis, dan cultural historis ; dan (3) desain metode eksperimental untuk investigasi proses psikologis yang dinamis.

1.       Hakikat Kecerdasan Manusia

Vygotsky mendeskripsikan kecerdasan manusia mencakup empat topic, yakni :

(a)    Perbedaan antara hewan dan manusia. Selama ini peneliti psikologi melibatkan hewan yang menjadi subjek penelitiannya seperti penelitian Pavlov dengan anjing. Vgotsky berpendapat bahwa “manusia bukan karung kulit yang berisi refleks”.
(b) Landasan filosofis yang membentuk teori. Pemikiran vygotsky dalam mengembangkan teorinya dipengaruhi oleh tiga tokoh yaitu Benedict Spinoza (segala sesuatu dapat diketahui melalui penalaran), G.W.F. Hegel (sintesis dialektis), dan Karl Max dan Frederic Engels (alat kerja adalah faktor penting dalam mengubah sifat manusia).
(c)    Konsep perangkat psikologis.
(d)   Pengaruh sistem symbol terhadap perkembangan manusia.

2.       Deret Perkembangan Biologis dan Kultural-Historis

Analisis perbedaan antara perilaku hewan dan manusia menimbulkan identifikasi dua deret perkembangan psikologis yang berbeda secara kualitatif. Satu deret menyatakan bahwa faktor-faktor biologis adalah bagian dari proses evolusi. Termasuk di dalamnya adalah perkembangan sistem saraf pusat dan pertumbuhan fisik serta kecerdasan. Sedangkan faktor cultural-historis bertanggung jawab dalam menjelaskan perkembangan fungsi mental yang kompleks yang unik pada manusia.

3.       Desain Metode Eksperimental – Genetik (Developmental)

Vygotsky mendeskripsikan proses perkembangan kognitif sebagai proses yang kompleks dan terus berubah, namun para peneliti biasanya tidak meneliti proses ini melainkan hanya mengimplementasikan satu model – stimulus dan respon.


Senin, 14 Oktober 2013





TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF JEAN PIAGET


A. Asumsi Teori Perkembangan Kognitif Piaget

Pertanyaan
Sumber
Asumsi
Apa hakikat pengetahuan?
Filsafat
Pengetahuan adalah mengetahui , dan ia adalah sebuah proses yang diciptakan melalui aktivitas pemelajar.

Pengetahuan berasal dari pengalaman mentransformasi realitas melalui interaksi dengannya.
Apa relasi antara orang yang mengetahui dan realitas

(a)   Dalam penciptaan pengetahuan, individu dan objek berpadu dan tidak dapat dipisahkan.
(b)   “Hubungan antara pemelajar sebelumnya yang lebih penting adalah relasi itu tidak stabil”
Apa hakikat kecerdasan?
Biologi
Kecerdasan manusia dan organism berfungsi serupa. Keduanya adalah sistem terorganisasi secara konstan berinteraksi dengan lingkungan . Mereka juga membangun struktur yang mereka butuhkan dalam rangka beradaptasi dengan lingkungan,
Apa metode investgasi yang tepat?
Psikologi
Observasi dan eksperimentasi.

B.      Faktor-faktor Esensial dalam Perkembangan Kognitif

Ada empat faktor yang diperlukan untuk transformasi perkembangan dari satu bentuk penalaran ke bentuk yang lain, yaitu :

Lingkungan fisik, kontak dengan lingkungan fisik merupakan hal yang penting karena interaksi individu dengan dunia adalah sumber ilmu pengetahuan. Namun, kontak itu membutuhkan peran pengalaman dalam prosesnya.

Kematangan, kematangan sistem saraf menjadi penting karena memungkinkan anak merealisasikan manfaat dari pengalaman fisik.

Lingkungan sosial, hal ini mencakup peran bahasa dan pendidikan, dan khusunya kontak dengan orang lain.

Penyeimbangan (equilibration), menurut Piaget ketiga faktor di atas belum cukup untuk menjelaskan kemunculan bentuk baru dari pemikiran. Oleh karena itu, dibutuhkan faktor  ekuilibrasi. Faktor ini terdiri dari seperangkat proses yang menjaga keadaan yang tetap di dalam fungsi intelektual di tengah-tengan transformasi dan perubahan.

C.      Proses-proses Fundamental

Piaget mengemukakan 3 proses dalam perkembangan kognitif indivdiu yaitu asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi.
  
  • Asimilasi dan akomodasi. Kedua hal ini berfungsi bersama dalam menghadapi lingkungan pada semua peringkat fungsi kognitif.
Asimilasi merupakan integrasi elemen eksternal ke dalam struktur organisasi.
Akomodasi adalah penyesuaian struktru internal pada karakteristik khusu dari situasi tertentu.
Misalnya : struktur biologis mengakomodasi tipe dan kuantitas makanan pada saat yang sama ketika individu mengasimilasi makanan.

  • Ekuilibrasi, yaitu proses yang dilakukan dalam memelihara keadaan yang tetap saat perubahan terus berlangsung. Proses ini kompleks dan dinamis.

Sumber :
Gtedler, Margaret.E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana

Senin, 07 Oktober 2013




HASIL DISKUSI PSIKOLOGI BELAJAR

Kelompok 5 :




Berikut ini adalah hasil diskusi kelompok mengenai analisa permasalahan yang ada di kelas psikologi belajar berdasarkan PBL
  1. Identifikasi Masalah.
Menurut kelompok , masalah mengenai ketidaaktifan mahasiswa di kelas psikologi belajar dikarena beberapa hal, yakni :
·         Ketidakpercayaan pada pendapat sendiri, merasa bahwa orang lain memiliki pendapat yang lebih baik sehingga tidak mau mengemukakan pendapatnya.
·         Tidak menguasai materi pelajaran sehingga bingung untuk memberikan pendapat.
·   Takut pendapatnya salah ataupun tidak sesuai dengan yang diminta oleh dosen pengampu.

  1. Analisa Masalah
Menurut kelompok, adanya proses belajar yang salah merupakan salah satu penjelasannya. Maksudnya di sini, mahasiswa salah menginterpretasi lingkungan . Dalam masalah ini, lingkungannya adalah proses belajar di kelas yang membutuhkan keaktifan mahasiswa tanpa melihat benar atau salah pendapat yang diberikan tetapi mahasiswa menginterpretasikan bahwa pendapat mereka haruslah benar dan sesuai sehingga proses belajar yang salah terjadi dalam keadaan ini.
 
Mengenai penguatan dari dosen pengampu, menurut kelompok, dosen pengampu sudah sangat memberikan penguatan yang berupa aprsesiasi tinggi mengenai pendapat-pendapat yang dikemukakan mahasiswa. Menurut kelompok, ini adalah bentuk penguatan yang sesuai dengan mahasiswa bukan lagi penguatan dalam bentuk nilai saja yang diharapkan. Maka dari itu, dengan apresiasi yang tinggi dari dosen pengampu seharusnya meningkatkan motivasi mahasiswa dalam mengemukakan pendapat.
 
Kemudian , kelompok melihat hal ini juga dipengaruhi tipe kepribadian individu sehingga malu untuk mengemukakan pendapat.

Dari sisi teori gestalt, kelompok juga berpendapat bahwa mahasiswa cenderung terlalu memikirkan yang hal-hal spesifiknya misalnya mahasiswa berfikir bahwa pendapatnya tidak baik dan merasa tidak terlalu memberikan kontribusi pada kelas, seharusnya mahasiswa lebih berfikir secara keseluruhan bahwa proses belajar yg aktif memberikan banyak manfaat ke diri sendiri.

Selain itu, berdasarkan teori bab 3 mengenai otak manusia bahwa otak manusia terdiri dari beribu-ribu saraf untuk memproses informasi, saraf akan menerima stimulus yang kemudian disampaikan kepada otak,setelah diproses di otak maka output yang keluar berupa tindakan yang sesuai dan tepat dengan kondisi yang diminta. Dalam proses penerimaan stimulus oleh saraf juga dipengaruhi oleh faktor keadaan emosi dan motivasi dari individu. Oleh karena itu, kelompok menganalisa bahwa diperlukan motivasi yang tinggi dalam melakukan proses kognitif dalam hal ini adalah menerima instruksi untuk mengemukakan pendapat di depan kelas sehingga perilaku atau tindakan yang dihasilkan sesuai dengan kondisi yang diminta yaitu menjadi aktif di dalam kelas.

  1. Solusi
Menurut kelompok solusi yang dapat dilakukan adalah :

a. Berdasarkan teori behavior, adanya peran penguatan cukup efektif dalam proses belajar dalam hal ini bisa berupa bentuk nilai ataupun apresiasi. Namun menurut kelompok, ini masih sistem belajar paedagogi dimana adanya ketergantungan terhadap imbalan. Seharusnya mahasiswa sudah menerapkan sistem belajar andaragogi. Maka dari itu, kelompok mengusulkan untuk belajar dalam bentuk diskusi kelompok.

b. Mahasiswa mengubah pola pikir mereka yang sesuai dengan prisip gestalt yaitu lebih memikirkan secara keseluruhan bahwa belajar aktif memberikan keuntungan yang besar bagi diri sendiri serta meningkatkan motivasi diri.